Home > Sports > Harga Emas Bakal Meroket dalam 2018

Harga Emas Bakal Meroket dalam 2018

Added: (Sat Feb 03 2018)

Pressbox (Press Release) - Selain itu, ketidakpastian politik juga masih membayangi harga emas. Ketidakpastian politik ini seperti pembentukan pemerintahan di Jerman dan juga pemilihan parlemen di Italia. Isu separatis Catalonia serta Brexit juga akan sebagai fokus pasar. "Selain itu, tidak ada yang mengasumsikan pada tahun kedua pemerintahan Presiden Donald Trump bisa berjalan lancar, " tulis Commerzbank.
´╗┐RIFANFINANCINDO BERJANGKA
Pembuat kebijakan moneter di AS diperkirakan langsung menaikkan suku bunga di tahun ini, tetapi bukan akan menghalangi kenaikan harga emas.
Para penggemar investasi emas boleh jadi mendapuk tahun 2017 sebagai tahun yang mengesankan. Betapa tidak? Sepanjang tahun 2017, bila dibandingkan instrumen investasi lain, kinerja pertumbuhan harga emas tergolong paling moncer.
Dalam hal ini adalah emas batangan yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk atau yang biasa disebut serupa emas batangan Antam. Tercatat pertumbuhan harga emas batangan Antam sepanjang tahun 2017 mencapai 25, 75 persen. Pertumbuhan harga ini tergolong lebih tinggi dibandingkan kinerja instrumen investasi pasar modal seperti indeks saham, reksadana saham, obligasi pemerintah, bahkan investasi valuta asing.
Dengan pertumbuhan setinggi itu, berarti apabila Anda membeli emas di awal tahun 2017 dan menjualnya di akhir tahun lalu, Anda dapat mengantongi keuntungan (capital gain) dari kenaikan harga hingga 26 persen. Nah, tahun ini, prospek investasi emas batangan diprediksi masih akan melanjutkan kejayaan tahun 2017.
Harga emas akan melanjutkan penguatan pada 2018. Pendorong penguatan harga emas adalah suku bunga riil yang masih rendah dan pula ketidakpastian politik yang berlangsung di Amerika Serikat dan juga Eropa.
Bank yang berkantor pusat di Jerman, Commerzbank, memperkirakan rata-rata harga emas akan berada di kisaran US$ 1. 325 per ounce pada tahun ini. Dengan rincian, untuk kuartal pertama dan ke-2 akan berada di US$ 1. 300 per ounce dan pada kuartal ke-3 dan keempat akan berada di kisaran US$ 1. 350 per ounce.
Untuk diketahui, sepanjang tahun lalu, harga emas mampu naik 8 persen. "Harga emas akan berlanjut menguat serta kenaikan tersebut sudah dimulai sejak dua tahun dan kemudian, " jelas analis Commerzbank dalam risalahnya, seperti dikutip dari Kitco, Senin (15/1/2018).
Faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas adalah kebijakan moneter dari beberapa bank sentral yang masih sangat longgar. Hal tersebut mendorong emas lebih memberikan imbal hasil yang memuaskan bagi investor. "Hampir semua bank sentral utama masih memberikan suku bunga yang rendah, " tulis risalah tersebut.

Submitted by:
Disclaimer: Pressbox disclaims any inaccuracies in the content contained in these releases. If you would like a release removed please send an email to remove@pressbox.co.uk together with the url of the release.