Home > Science > Pengiriman Barang (Shipping)

Pengiriman Barang (Shipping)

Added: (Fri Dec 01 2017)

Pressbox (Press Release) - Saya jika sharing pengalaman menyampaikan barang 2 kali ke Indonesia melalui jasa pengiriman (container shipping) setelah terdapat beberapa kawan menanyakan situasi yang sama via inbox. Mungkin teman-teman lain yang memiliki pengalaman mampu share di sini. Di akhir masa studi seperti kala ini, kita bakal kebingungan buat membawa barang-barang (yang rajin tanpa terasa jadi banyak meskipun cuma setahun). Hendak dibawa saat berbalik, pasti anggaran bagasi akan besar;kalau tiada dibawa, saying (apalagi buku-buku). Jadi pilihannya yaitu di-shipping. Shipping barang kelihatannya mudah; masukkan kardus, bungkus, kasihkan tanda, sudah…. kenyataannya ribet juga, jadi memakai persiapan; mulai dari memilah muatan, membeli barang (terpenting untuk bawaan), mencari/membeli dos, member identitas dos, packing, danlain-lain. Pengalaman aku, sebenarnya lebih positif shipping dilakukan sebelum masa-masa sibuk makalah; jadi pada saat-saat injury time seperti masaini, konsentrasi tak terpecah.



Tampak beberapa keadaan yang harus dipertimbangkan sebelum shipping, setelah shipping dan menunggu materi datang.

1. Membedakan barang-barang yang bakal dikirim

Dari sekian melimpah barang anda, coba pilah-pilah muatan anda, mana yang bakal dikirim, mana yang akan dibawa lalu mana yang bisa diwariskan. Ini utama untuk mencari lalu menyiapkan berapa membludak dos yang diperlukan untuk memasukkan barang itu; malahan kalau skala dan bentuknya besar (sesuai saya mengirim kursi jentera elektrik) serta barang sederhana pecah (souvenir/oleh-oleh). Apabila anda mengirim bawaan melalui shipping, pertimbangkan jika waktu transportasi (melalui laut) sekeliling 3 bulan, jadi jangan capai orang-orang tercinta harus kecewa menunggu 3 bulan buat mendapat oleh-oleh (kecuali kamu kirim sekarang dan kalian pulang seputar 3-4 bulan lagi).

2. Cari informasi penyedia jasa shipping

Tampak banyak penyedia pelayanan pelayanan shipping; cari informasi tentang :

a. Biaya pengiriman

Apa yang menjadi pokok perhitungan biaya pengiriman, apakah isi (m3) atau berat (kg). Hal ini harus kita perhitungkan dengan model barang yang kamu kirim; apabila barang anda berat (misalnya buku-buku), semestinya memilih yang berdasarkan volume. Sepertiitu juga sebaliknya.

b. Cara collection (door to door maupun port to port)

Apakah barang yang akan kita kirim akan didapat oleh pihak penyedia jasa ataupun kita yang harus membawa barang kamu ke pihak penyedia jasa? Bila barang diperoleh oleh penyedia jasa, kebanyakan akan ada biaya adendum untuk collection fee; besarnya tercantel pada jarak kota dan area penyedia jasa. Apabila kita harus membawa bang individual, maka pertimbangkan kekusutan membawa barang dan ongkos ke situ (sewa mobil, naik sepur, dll). Tidakcuma itu, tanyakan apakah kita patut mengambil barang di Indonesia alias dikirim sampai ke rumah (door to door atau port to port)

c. Cara transportasi barang

Apakah mereka melalui laut (container) atau udara. Lazimnya, kalau udara lebih cepat namun lebih langka. Hal ini tercantol pada anda, apakah kalian menginginkan benda diterima dengan cepat (dengan konsekuensi dana lebih mahal) alias ada bisa bersabar mendiami. Pengalaman aku pakai transportasi melalui laut, memerlukan waktu seputar 3 bulan mulai dari saat transportasi oleh penyedia jasa hingga ke rumah (Surabaya, notabene di luar Jakarta). Kelihatannya untuk Jakarta, waktunya mampu lebih singkat 2-2,5 bulan.

Jadi, sistemnya penyedia servis shipping di sini mengirimkan materi melalui laut, seterusnya ada rekanan kegiatan di Indonesia (Jakarta) yang melakukan handling bakal Indonesia. Kalau kawasan Jakarta, bisa diambil di tempat (sehingga anggaran lebih murah dan lebih cepat); tetapi kalau di luar Jakarta, rekanan ini tentu mengirim melalui servis kurir lokal.

d. Anggaran terkait lainnya

Dari anggaran pengiriman yang ditawarkan penyedia servis, tanyakan detail apakah seluruh biaya ini suah termasuk semua biaya sampai ke rumah. Terdapat seorang rekan dari London beberapa tahun terus mengalami masalah dengan barang (buku-buku) yang dia kirimkan lantaran dia perlu membayar dana “lain” (katanya untuk biaya rombak atau anggaran lain, entah) yang jumlahnya cukup besar.

e. Persoalan pajak

Terkait oleh masalah perpajakan, barang masuk Indonesia (yang dikategorikan bagai import) seharusnya dikenakan Pajak Pendapatan (PPh pasal 22), namun ada pengecualian untuk muatan pindahan (termasuk barang mahasiswa dari luar negeri) sesuai dengan keputusan dari Keputusan Menteri Finansial Republik Indonesia Nomor 450/KMK.04/1997, kalau barang pindahan termasuk yang dikecualikan dari pengumpulan Pajak Penghasilan Hal 22.

Aturan ini direvisi dengan Peraturan Menteri Moneter Nomor 28/PMK.04/2008 tentang Pembebasan Bayaran Masuk atas Mendatangkan Barang Pindahan. Pasal 3 menyebutkan kalau pembebasan anggaran masuk diberikan pada (salah satunya di ayat b) : anaksekolah atau mahasiswa, maupun orang yang belajar di luar negeri setidaknya singkat 1 (satu) tahun yang dibuktikan oleh surat amanat telah selesai belajar.

Memo : di Peraturan sebelumnya (450/KMK.04/1997) disebutkan patut disertai surat bukti barang pindahan dari perwakilan Indonesia di luar negeri (dalam masalah ini Kedutaan Besar Republik Indonesia-KBRI); namun gaya Nomor 28/PMK.04/2008 cukup bersama surat bukti selesai belajar (bisa melamar dari university)Jadi, kalau ada penyedia jasa yang “nakal” lalu mengatasnamakan pajak, anda dapat membawa aturan ini ke mereka. Ini sempat saya alamiah ketika aku mendapat “hadiah” bangku roda (termasuk materi yang dikecualikan juga) tahun 1999 kemudian, oleh oknum pihak kantor pos, saya dikenakan pajak. Namun, saya berdalih oleh membawa print out aturan ini, kesimpulannya barang mampu keluar tanpa harus membayar biaya apapun.

3. Permasalahan packing

Packing kelihatannya sederhana, namun terdapat beberapa keadaan yang harus dilihat antara lain :

a. Pilih kotak yang cukup tebal

Aku dulu “leles” (mengambil barang yang dibuang) di dekat EC Stoner Building (yang sisi berhadapan dengan Food Science Building). Di sana tampak tempat kotoran khusus cardboard (warnanya hijau), sebenarnya khusus bakal membuang kardos-kardos. Pilah yang kondisinya baik. Bisa pun minta (maupun harus beli, aku kurang jelas) di Morrisons atau tempat lain. Intinya, pilah dos yang skala kertasnya tebal, terutama untuk buku-buku. Alasannya :

- Buku-buku selalu berat, jadi kalau daluang dosnya tidak tegas, nanti bakal rusak dan isinya semburat

- Peralatan itu akan dikirim melalui laut dalam jangka durasi cukup lama. Ada kemungkinan terkena air, dll selama dalam avontur. Jadi, kalau dosnya tegas, maka benda anda cukup terjamin

- Barang-barang itu hendak dimasukkan ke kontainer yang kita tidak ingat bagaimana aturan handling-nya; mungkin dilempar sedemikianitu saja. Kalau dosnya kasar, maka benda-benda cukup aman

b. Seleksi dos yang ukurannya lagi

Di samping kertasnya kasar, upayakan agar skala dos enggak terlalu nyata. Meskipun tak ditimbang, perkirakan maksimum berat sendiri-sendiri dos beserta isinya berkisar antara 20-25 kilogram. Bila isinya terlalu berat, lalu dos akan rusak (dan akan membahayakan isinya juga); di sanding itu, pertimbangkan juga apabila dos-dos ini akan diangkat oleh individu (terutama di Indonesia) yang kalau isinya berat, pasti hanya digeser-geser saja. Dengan aturan handling seperti ini, akibat dos cedera dan isinya berseri akan semakin besar. Ukuran dos tiada harus serupa; anda bisa mengirim barang dengan ukuran boks yang beragam (seperti kebutuhan)

c. Untuk bahan baju, kain, danlainnya

Jika kalian membawa pulang busana, duvet; maka tampak cara efisien untuk packing. Kalian beli vacuum bag di Poundland (atau area lain). Ukurannya beragam, jadi kamu tinggal masukkan gebar, baju, danlain-lain ke dalamnya, kemudian pakailah vacuum cleaner untuk menghilangkan udara. Nah, barang-barang kamu akan lebih praktis.

d. Tips buat packing yang aman;

- Lindungi dos bagian dalam atas memasukkan plastik besar (mampu menggunakan plastic sampah besar) sebelum menaruh peralatan (terutama buku). Keadaan ini untuk menjauhi masuknya air

- Usahakan agar segenap dos terisi (tak ada ruang kosong); jika ada, beri potongan-potongan koran/kertas sisa agar isi dos terisi penuh

- Bila ada materi pecah belah, Ekspedisi Murah dengan plastic wrap (yang bulat-bulat sempit bisa beli di Poundland) buat meminimalkan risiko pecah di selama ekspedisi

- Bungkus (wrap) atas baik atas menggunakan lak ban (mampu dibeli di Poundland); jangan “pelit” me-wrap, wrap sebanyak dan se-aman kelihatannya. Ini bisa selaku pelindung kardus (dan isinya) dari air serta handling yang dilempar-lempar. Siapkan 2 bentuk lak ban : putih dan coklat. Mulanya wrap dengan ragam coklat, kemudian ketika menurut kamu sudah laik, maka tempelkan individualitas dos, kemudian ulangi wrap lagi dengan lak ban rona putih.

- Beri identitas (lebih dari satu) tiap-tiap dos. Dalam pengiriman dengan bandela (pengalaman saya) tidak boleh mencantumkan julukan dan alamt kita di dos; sebab akan dikenakan anggaran (dianggap pengangkutan sendiri). Biasanya, penyedia jasa tentu memberikan bilangan urut kita; kemudian boks harus dikasih identitas dengan ketentuan sbb : ‘Nomor urut/nomor dos/jumlah dos’. Jadi, misalkan kita mendapat bagian urut 10 lalu jumlah boks kita 15, sehingga penamaan dos adalah sbb;

Kotak nomor 1 10/1/15
Kardus nomor 2 10/2/15
Kotak nomor 3 10/3/15
Dst
- Usahakan untuk mem-print identitas ini dalam dimensi yang cukup besar dan beri identitas per dos lebih dari satu. Alasannya, sekali pengangkutan satu container akan terdiri dari ratusan dos (dengan skala beragam). Jika ukuran individualitas cukup besar, maka akan mudah dibaca beserta dipilah; selain itu, bersama mencantumkan ciri-ciri lebih dari 1 (minimal 3 permukaan), maka para alat juga atas mudah mengidentifikasi (karena mampu dilihat dari melimpah sisi). Masalah ini akan meminimalkan risiko barang kita tertukar; apalagi jika barang anda banyak. Bisajadi ada kardus nomor kian yang “hilang” atau tertukar.

4. Permasalahan dokumen beserta dokumentasi

Ketika anda mendata sebagai pengikut pengiriman barang, maka anda diharuskan mengisi blangko yang disediakan (biasanya dikirm soft copy serta kita mampu mengisi dan menyerahkan selagi barang diperoleh).

a. Informasi yang diminta dalam formulir;

- Julukan anda (pengirim)
- Julukan penerima (bisa nama keluarga atau anda sorangan)
- Alamat transmisi (berikan alamat jelas bersama nomor telepon yang bisa dihubungi) sehingga akan melancarkan menyampaikan informasi bila barang sudah datang
- Kuantitas dos yang kalian kirimkan dan deskripsi (secara lumrah) isi dari masing-masing kardus dan ukurannya

Peringatan :

- Anda hendaknya mentaati ketentuan dari penyedia pelayanan mengenai peralatan yang tidak dapat dikirimkan (bisa ditanyakan uraian kepada penyedia jasa). Misalnya motor/mobil, dalam hal apapun. Jika kamu mengirim barang yang dilarang buat dikirimkan, maka keadaan ini akan berpengaruh pada barang-barang kepunyaan orang lain
- Jelaskan isi barang yang kalian masukkan ke dalam dos; tulis sebagai garis besar saja, misalnya jentera dapur (tanpa menyebutkan nama alatnya); mainan anak, buku, baju, danlain-lain
- Jika anda mengirim banyak kotak, maka tidakboleh lupa menandai dan mencatat isi dos angka 1 , nomor 2 dst. Sebab ketika kita sudah menaruhkan dan membungkus dos (semua warnanya sama); kita akan kesusahan mengidentifikasi, dos ini isinya apa dan nomor berapa. Hal ini utama untuk antisipasi, jika misalnya tertukar (alias hilang), sehingga anda dapat komplain. Jika harus, setiap kelar memasukkan muatan, dokumentasi (gambar) isi dos (sebelum dibungkus/di-wrap)
-Ukurlah jauh, lebar beserta tinggi masing-masing kotak (setelah di-wrap) buat menentukan dayamuat dan dana pengiriman sebagai total.

b. Arsip pendukung

- Copy paspor Indonesia
- Jikalau diperlukan, anda bisa memakai dokumen lain, seumpama dokumen dari University yang menerangkan bahwa anda student di University Leeds dan pernah menyelesaikan penelitian. Saya dulu mengklaim dokumen ini karena saya mengirim tempatduduk roda listrik (disertai dengan nota keterangan dari the British Council apabila kursi itu dibelikan mereka bakal saya pergunakan selaku pribadi).
c. Jika diperlukan, maka pengarsipan (foto) dos-dos anda yang sudah dibungkus dan ditandai. Foto-foto ini anda simpan buat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

d. Arahan saya, cawiskan dokumen-dokumen di atas dalam 2 copy; yang satu untuk penyedia jasa, yang satu untuk arsip anda. Menahan sampai segenap barang kamu sampai di Indonesia beserta diterima segalanya dalam kondisi bagus.

e. Siapkan tanda terima /kuitansi untuk mengantisipasi penyedia jasa lalai membawa kuitansi, anda dapat mem-print tanda peroleh seperti kuitansi (situasi ini saya alami) dan uang adekuat agar melancarkan anda serta penyedia jasa.

5. Konfirmasi kehadiran barang

Catat email dan bilangan telepon penyedia jasa di UK lalu rekanan mereka di Indonesia. Anda bisa mengontak mereka buat meminta informasi jadual kehadiran barang, komplain, danlain-lain.

6. Lain-lain

- Jika anda menentukan penyedia jasa yang selaras, anda bisa berkoordinasi dengan teman-teman di Leeds untuk “menghemat” biaya collection dari Leeds ke lokasi penyedia jasa. Biasanya penyedia jasa bakal men-charge biaya menurut jarak; dan biaya ini bisa dibiayai bersama oleh teman lain.

- Upayakan tampak koordinator mengkoordinir kompromi dengan teman-teman Leeds tentang jadual collection dan pun yang berkomunikasi (satu pintu) dengan penyedia jasa sehingga enggak ada miskomunikasi antara satu oleh lainnya.

- Ikuti jadwal yang suah ditetapkan, misalkan jika jadual collection sudah ditetapkan, maka sendiri-sendiri peserta harus mempersiapkan barangnya oleh baik sehingga enggak ada masalah salah satu barang akseptor tidak sanggup di-collect karena belum rampung

Catatan :

Oleh segala rendah dan lebihnya, saya sudah 2 kali mengirim barang ke Indonesia dengan jasa pengiriman E**** beserta semua materi sampai dengan selamat; kendatipun ketika pengangkutan kedua, ada barang saya yang “hilang”. Saya tanyakan dan ternyata benda saya “tidak katut” lantaran kontainernya penuh dan ukuran benda tersebut ganjil (panjang sekali; memo : saya mengirim ramp = alat untuk tempatduduk roda). Akhirnya barang tersebut dikirim ke periode selanjutnya dengan terjamin dan aman.

Submitted by:
Disclaimer: Pressbox disclaims any inaccuracies in the content contained in these releases. If you would like a release removed please send an email to remove@pressbox.co.uk together with the url of the release.