Home > Financial > Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tetap, Formula Baru Tarif Listrik Dikaji

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tetap, Formula Baru Tarif Listrik Dikaji

Added: (Fri Feb 09 2018)

Pressbox (Press Release) - "Kenapa dulu harga minyak [Indonesian Crude Price/ICP] yang masuk [dalam penghitungan formula tarif tenaga listrik], karena penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel itu dulu masih besar, sekarang paling 4%. Nah targetnya kan kalau sampai 2026 tinggal 0,05%. Masak pakai ICP, kalau mau pake HBA, [Harga Batubara Acuan]," kata Jonan.

Jonan menekankan pemerintah telah menetapkan bahwa tarif listrik tidak mengalami kenaikan selama periode 1 Januari - 31 Maret 2018. "Tarif listrik untuk 1 Januari sampai 31 Maret 2018 dinyatakan tetap, jadi sama dengan periode 3 bulan terakhir di tahun ini (2017). Jadi tidak ada kenaikan, karena memang penetapan tarif listrik tiap 3 bulan. Yang jelas, pemerintah benar-benar mempertimbangkan daya beli masyarakat," kata Jonan beberapa waktu lalu.

Hingga Maret nanti, besaran tarif rata-rata untuk pelanggan rumah tangga 450 VA, tetap Rp415 per kWh, rumah tangga 900 VA tidak mampu, tetap Rp586 per kWh, rumah tangga 900 VA mampu, tetap Rp1.352 per kWh dan pelanggan non subsidi (tariff adjustment), tetap sebesar Rp1.467 per kWh.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tidak ada perubahan tarif listrik dalam waktu dekat, meskipun pemerintah tengah mempertimbangkan untuk mengkaji formula baru penetapan tarif tenaga listrik tiga bulanan. Harga batu bara acuan dipertimbangkan masuk ke dalam formula baru tersebut.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Andy Noorsamman Someng mengatakan penerapan formula baru tarif listrik tersebut juga masih harus menunggu hasil koordinasi dengan berbagai Kementerian/Lembaga untuk mendapatkan masukan terkait berbagai hal. Dalam hal ini, kata Andy, Kementerian ESDM tidak bisa mengambil kebijakan sepihak.

“Tidak ada rencana kenaikan listrik dalam waktu dekat. Walaupun, kami sedang mengkaji formula yang baru,” ujar Andy dalam keterangan resminya, Senin (29/1).

Sebelumnya, pada rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Kamis (25/1), Menteri ESDM Ignasius Jonan menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah mengkaji skema baru dengan mempertimbangkan harga batu bara dalam penetapan tarif listrik adjustment. Hal ini penting karena struktur biaya energi primer pembangkit listrik saat ini maupun kedepannya didominasi oleh biaya batubara.

Porsi bauran penggunaan batubara untuk pembangkit listrik menjadi tumpuan utama hingga 2026 nanti. Lebih dari 60% suplai listrik nasional akan dipasok dari pembangkit listrik dengan energi primer batubara. Di sisi lain, dalam rangka efisiensi biaya energi primer porsi penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar diesel ditekan agar semakin kecil.

Submitted by:
Disclaimer: Pressbox disclaims any inaccuracies in the content contained in these releases. If you would like a release removed please send an email to remove@pressbox.co.uk together with the url of the release.