Home > CityNews > Pengalaman Naik Bis Bandros

Pengalaman Naik Bis Bandros

Added: (Tue Oct 31 2017)

Pressbox (Press Release) - Teknik Naik Bus Bandros - Bandros yang dimaksud di sini adalah Bandung Tour On Bus, adalah bus wisata yang tampak di Bandung. Bukan Bandros makanan loh ya. Sebab di tanah Sunda ada juga sejenis kue lama yang disebut Bandros. Sudah sering melihat bus ini lalu lalang di jalanan kota Bandung, namun kami tak tahu sepertiapa cara bakal bisa naik bus itu. Beberapa kali juga meninjau postingan beberapa kenalan blogger yang Ibu ingat keliling Bandung membubuhkan Bandros, tapi mereka dapat naik karena terdapat acara privat, bukan perorangan. Capai akhirnya, separuh waktu kemudian melihat seorang teman di Instagram memajang lukisan saat naik Bandros. Bunda tanya-tanya deh bagaimana caranya. Lalu Ibunda diberi bagian WA yang bisa dihubungi. Udah lambat dapet nomor pergesekan, tapi hangat minggu lalu Mama hubungi. Karena Mama sama Ayah mah ngga terlalu animo, yang penasaran itu adalah Fauzan. Namanya juga anak-anak betul.



Nyesek ngga sih, cuma bisa memandang dari jauh, tanpa sanggup mencobanya.

Jadi nih ya, metode naik Bus Bandros untuk perorangan itu patut reservasi dulu, ngga bisa daftar di lokasi. Reservasi bisa lewat nomor kontak yang ada. Kita bisa bilang, hendak naik tanggal berapa dan jam berapa. Nanti admin Bus akan mencocokan dengan jadwal yang ada. Karena reservasi bakal perorangan tidak selalu ada tiap hari. Setelah jadwal cocok, mampu langsung membayar kuitansi melalui memindahkan ke nomor perkiraan yang diberikan. Biayanya sebesar Rp 25.000/orang. Buat anak dibawah satu tahun masih percuma tapi patut dipangku. Lalu fakta transfer dikirimkan lewat Whatsapp, nanti tentu diberikan serupa e-tiket. Kalau telah daftar harus cepat-cepat mengalihkan agar tempatnya tak diambil orang lain. Bagus tansfer, sudah deh, berdiam tunggu hari-H. Diusulkan untuk datang setengah jam sebelum skedul. Tiket yang suah dibayar bisa hangus kalau anda tertinggal beserta uang tiket tak bisa dikembalikan.

Lokasi berkumpul bakal naik Bandros ada di Lahan Cibeunying, belakang Gedung Sate, depannya Kebun Kandaga Puspa. Dekat bersama Restoran Rumah Nenek.Bakal yang belum hapal dengan kota Bandung, sedikit lumayan sulit mendeteksi taman ini. Namun tenang aja, gunakan GPS (Gunakan Penduduk Setempat), hehe. Kalau sudah dekati sekitaran Gedung Sate, dianjurkan untuk bersoal kepada pakar parkir atau penjual atau penjagakeamanan. Jangan oleh mereka yang sedang di rusuk jalan, lantaran siapa tahu mereka pula turis. Nanti reaksinya makin mencemaskan.

Hari Sabtu kemarin, tanggal 16 Agustus 2015, kesampaian pun keinginan Fauzan naik Bandros seusai sebelumnya hanya bisa memandang dari jauh lalu foto-foto di depan Bandros yang sedang parkir di Halaman Balaikota. Jadwal kami pukul 16.00 WIB. Waktu kepingin naik, dipanggil sesuai bilangan e-tiket. Kami berharap bisa dapat tempat di komponen atas bus, nyatanya kebagian di bawah. Ya sudah, sebenarnya bukan rejekinya. Namun saat di jalan, petugas bus memberi waktu pada penumpang yang di bawah untuk naik sekedar foto-foto. Fauzan yang naik sorangan, Ibu selaras Bapak mah selalu di bawah.

Kenapa coba Ibu ngga hendak naik ? Malu aja gitu. Penyebabnya, jika Bandros melintas di jalanan, maka mereka yang terus lalang akan berpaling ke arah bus. Hihihi, serasa seleb. Apalagi busnya terbuka serupa itu. Wong di bawah pun tetap mampu terlihat dari luar kenapa. Makanya Ibu sedikit foto-foto. Bingung juga sih mau gambar. Karena apabila niatnya mau memfoto gedung-gedung tua pun jalan-jalan yang ada, lebih positif jalan kaki. Ngga independen kalau dari dalam bus.

Saat akan mencampuri Jalan Asia Afrika, paras lengang benar. Gimana ngga, polisi yang bersiap-siap langsung menghentikan alattransportasi lain agar Bandros bisa lewat lebih-lebih dahulu. Begitu juga ketika di Jalan Braga. Bandros bergerak pelan di masih, mau ngga ingin kendaraan lain di belakang ngga bisa menyusul. Tapi hanya sebentar, sesudah itu minggir lagi sesuai ketentuan.


O iya, apabila mau gerombongan, biaya yang dikenakan yaitu Rp 800.000 untuk 40 orang. Itu sudah termasuk pemandu jalan. Selain menjelaskan tentang jalan-jalan yang dilewati juga gedung-gedung tua yang ada sekitar kota Bandung, tugas pemandu jalur adalah mengingatkan penumpang yang di atas untuk menyuruk. Paket wisata Bandung , membludak kabel listrik serta dahan pokokkayu yang melintang di jalur. Jadi, hati-hati dan konsentrasi ya. Apalagi jika membawa anak-anak. Harus diawasi oleh baik.

Hasil ngobrol dengan Akang kondekturnya, Bandros benar diberikan oleh partikelir kepada kota Bandung. Terus oleh Pemda, pengelolaannya diserahkan kepada pihak lain. Sebetulnya sudah tampak 6 armada Bandros. Tapi yang lazim digunakan bakal umum, terkini yang berwarna merah ini. Menurut rencana, hendak ada 30 armada Bandros. Terus dibuat perhentian khusus, di mana penduduk bisa naik tanpa patut reservasi. Doakan saja semoga cocok rencana ya.

Karena sudah tahu teknik naik Bus Bandros, hayu atuh mangga cobian upami ameng ka Bandung.

Submitted by:
Disclaimer: Pressbox disclaims any inaccuracies in the content contained in these releases. If you would like a release removed please send an email to remove@pressbox.co.uk together with the url of the release.